Langsung ke konten utama

Belajar Arduino: Pengendalian Output Pada LED


Pada postingan kali ini saya akan memberikan tutorial tentang output arduino menggunakan LED. Pada postingan ini kita akan mempelajari bagaimana cara membuat simulasi sederhana lampu lalu lintas menggunakan LED.

Informasi Tentang LED

LED adalah singkatan dari Light Emitting Display. Komponen ini merupakan salah satu jenis dioda. Oleh karena itu, LED hanya menghantarkan arus dalam satu arah, yaitu jika kaki yang dinamakan anoda dihubungkan ke sumber bertegangan positif dan kaki satunya yang dinamakan katoda disambungkan ke ground.

Umumnya, LED memerlukan arus sebesar 220mA agar LED memancarkan cahaya yang optimum. Berdasarkan hal itu, resistor yang diperlukan dapat dihitungmelalui rumus:

R = V/I

Dalam hal ini, R adalah Resistor, V adalah tegangan yang memberikan catu daya ke LED, dan I adalah arus listrik yang melewati LED. Jika tegangan berupa 5V (yang dihasilkan oleh pin digital di Arduino ketika dalam keadaan HIGH), resistor yang diperlukan adalah

R = 5/0,022 = 227,27 ohm

Berdasarkan hal itu, resistor sebesar 220 ohm atau 240 ohm boleh digunakan karena dipasaran tidak ada resistor 227,27 ohm, jadi diambil nilai yang mendekati.

Hardware yang dibutuhkan

  • Arduino
  • Resistor 220 ohm (3 buah)
  • LED (3 buah)

Rangkaian

Hubungkan kaki anoda LED secara seri dengan Resistor kemudian hubungkan dengan arduino ke pin 9, 10, dan 11. Kemudian hubungkan kaki katoda LED ke ground arduino.

Skematik

Kode Program


const int pinMerah = 9;
const int pinKuning = 10;
const int pinHijau = 11;

void setup(){
  pinMode(pinMerah, OUTPUT);
  pinMode(pinKuning, OUTPUT);
  pinMode(pinHijau, OUTPUT);
  digitalWrite(pinMerah, LOW);
  digitalWrite(pinKuning, LOW);
  digitalWrite(pinHijau, LOW);
}

void loop(){
  digitalWrite(pinMerah, LOW);
  digitalWrite(pinKuning, LOW);
  digitalWrite(pinHijau, HIGH);
  delay(4000);
  digitalWrite(pinKuning, HIGH);
  delay(1000);
  digitalWrite(pinKuning, HIGH);
  digitalWrite(pinHijau, LOW);
  delay(1500);
  digitalWrite(pinMerah, HIGH);
  digitalWrite(pinKuning, LOW);
  digitalWrite(pinHijau, LOW);
  delay(5000);    
}

Komentar

  1. Thanks gan, koreksi gan itu bukan skematik tapi kodingnya

    BalasHapus
  2. mantap dah artikelnya kawan
    http://umpanikanmasgalatama.xyz

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Soal Pilihan Ganda Variabel, Konstanta, Operator dan Ekspresi Pemrograman C++

1.double angka; . kode program disamping merupakan tipe data… [C3] a.Bilangan bulat b.Bilangan riil c.Logika d.Karakter e.Struktur      2.Dibawah merupakan tipe data bilangan bulat adalah… [C1] a.char b.double c.float d.int e.boolean      3.Tipe data bahasa C++ untuk true false adalah… [C1] a.String b.Char c.Boolean d.Byte

Penilaian (Definisi, Prinsip dan Tujuan)

Definisi Penilaian Penilaian adalah proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk menentukan pencapaian hasil belajar peserta didik (Saputra, Salikun, & Nugroho, 2014, hlm.31).
Penilaian adalah proses pengumpulan berbagai informasi tentang siswa dan ruang kelas untuk tujuan membuat keputusan instruksional (Sapa’at, 2012. hlm.221).
Dengan dilakukannya penilaian di dalam kelas dapat menjawab pertanyaan tentang sebaik apa hasil atau prestasi belajar peserta didik. Hasil penilaian dapat berupa nilai kualitatif (berupa kata-kata) dan nilai kuantitatif (berupa angka).
Proses pengumpulan dan pengolahan informasi tersebut dilakukan untuk mengukur pencapaian hasil belajar peserta didik. Proses penilaian tersebut mencakup: penilaian otentik, penilaian diri, penilaian berbasis portofolio, ulangan, ulangan harian, ulangan tengah semester, ulangan akhir semester, ujian tingkat kompetensi, ujian mutu tingkat kompetensi, ujian nasional, dan ujian sekolah/ madrasah. (Permendikbud No.66 Tahun …

Bagaimana Cara Kerja Kapasitor

Sebuah kapasitor bentuknya kecil seperti sebuah baterai. Walaupun kapasitor bekerja dengan cara yang sangat berbeda, kapasitor dan baterai keduanya menyimpan energi listrik. Jika kamu pernah membaca bagaimana cara kerja baterai, maka kamu tahu bahwa sebuah baterai memiliki dua buah terminal. Di dalam sebuah baterai, reaksi kimia menghasilkan elektron-elektron pada ujung satu terminal and menyerap elektron-elektron pada terminal lainnya. Sebuah kapasitor jauh lebih sederhana di bandingkan sebuah baterai, kapasitor tidak dapat menghasilkan elektron-elektron baru -- kapasitor hanya menyimpan elektron-elektron.

Di dalam kapasitor, terminal-terminalnya tersambung ke dua plat logam yang dipisahkan oleh sebuah bahan bukan penghantar listrik, atau dielektrik. Kamu dapat dengan mudah membuat sebuah kapasitor dari dua buah aluminum foil dan satu buah kertas. Itu tidak akan menjadi sebuah kapasitor pada umumnya dalam hal kapasitas penyimpanan, tapi itu akan bekerja.

Secara teori, dielektrik ada…