Langsung ke konten utama

Media Pembelajaran (Definisi, Kriteria, Fungsi dan Manfaat)

Definisi Media Pembelajaran

Proses mengajar adalah proses komunikasi, yang melibatkan penyampaian pesan antara pemberi pesan dan penerima pesan, di dalam komunikasi terkadang ada hambatan yang membuat pesan tidak dapat disalurkan dengan baik. Untuk meminimalkan kegagalan atau hambatan komunikasi media diperlukan sebagai alat bantu komunikasi.

Media adalah alat komunikasi dalam bentuk cetak maupun pandang atau dengar termasuk teknologi perangkat kerasnya (Susilana & Riyana, 2009, hlm.6). Media pembelajaran adalah alat yang berfungsi untuk menyampaikan pesan pembelajaran. Pembelajaran merupakan sebuah proses komunikasi antara peserta didik, pendidik, dan bahan ajar. Komunikasi tidak akan berjalan tanpa bantuan sarana pencapai pesan atau media.

Kriteria Media Pembelajaran

Kriteria pemilihan media bersumber dari konsep bahwa media pembelajaran merupakan bagian dari sistem instruksional secara keseluruhan. Terdapat beberapa kriteria yang penting untuk diperhatikan dalam pemilihan media pembelajaran yang baik, diantaranya sesuai dengan tujuan, praktis, kemudahan navigasi, pengelompokkan sasaran, dan mutu teknis (Arsyad, 2013, hlm. 74).

Media pembelajaran harus sesuai dengan tujuan, dimana mengacu setidaknya pada dua dari tiga ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik. Hal ini bertujuan agar media pembelajaran sesuai dengan arahan dan tidak melenceng dari tujuan. Media pembelajaran haruslah praktis, luwes dan bertahan. Media pembelajaran yang dipilih tidak harus mahal dan selalu berbasis teknologi. Pemanfaatan susuatu yang sederhana namun tepat guna akan lebih efektif dibandingkan dengan media pembelajaran yang mahal tetapi rumit. Apapun media yang dipilih, haruslah memiliki kemudahan dalam navigasi, kemudahan penggunaan media pembelajaran ini nantinya dapat memudahkan siswa terampil dalam menggunakan media pembelajaran yang dipilih. Siswa memiliki kemampuan belajar yang heterogen, antara kelompok siswa satu dengan yang lain tentu tidak akan sama, untuk itu pemilihan media pembelajaran tidak dapat disama ratakan, oleh karena itu media pembelajaran yang dipilih haruslah dikelompokkan sesuai sasaran. Pemilihan media yang akan digunakan harus memenuhi persyaratan mutu teknis tertentu, guru tidak bisa asal begitu saja dalam menentukan media pembelajaran meskipun sudah memenuhi kriteria sebelumnya, tiap produk yang dijadikan media pembelajaran tentu memiliki standar tertentu agar produk tersebut layak digunakan.

Fungsi dan Manfaat Media Pembelajaran

Fungsi dari media pembelajaran adalah: Memperjelas pesan agar tidak terlalu verbalistis; Mengatasi keterbatasan ruang, waktu, tenaga, dan panca indera; Menimbulkan semangat belajar, interaksi langsung antara peserta didik dan sumber belajar; Memungkinkan peserta belajar mandiri sesuai dengan bakat dan kemampuan visual, auditori, serta kinestetiknya; Memberi stimulus yang sama, membandingkan pengalaman, dan menimbulkan persepsi yang sama (Simamora, 2008, hlm.65).

Selain itu, manfaat media pembelajaran dalam proses belajar siswa, dapat membuat pembelajaran lebih menarik perhatian siswa sehingga dapat menumbuhkan motivasi belajar, bahan pembelajaran akan jelas maknanya sehingga dapat lebih dipahami oleh siswa dan memungkinkannya menguasai dan mencapai tujuan, metode mengajar akan lebih bervariasi, tidak semata-mata komunikasi verbal melalui penuturan kata-kata oleh guru, sehingga siswa tidak bosan dan guru tidak kehabisan tenaga, siswa dapat lebih banyak melakukan kegiatan belajar sebab tidak hanya mendengarkan uraian guru, tetapi juga aktivitas lain seperti mengamati, melakukan, mendemonstrasikan, memerankan dan lain-lain (Sudjana & Rivai, 1992, hlm. 2). 

Karakteristik dari suatu media pembelajaran harus selalu diperhatikan oleh para pendidik, hal ini bertujuan agar pemanfaatan media dalam pembelajaran dapat dimaksimalkan, sehingga peserta didik mampu memahami maksud pelajaran dari media yang digunakan.

Referensi:
  • Arsyad, A. (2013). Media Pembelajaran. Jakarta: Rajawali Press.
  • Simamora, R. H. (2008). Buku Ajar Pendidikan Dalam Keperawatan. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.
  • Sudjana, N., & Rivai, A. (1992). Media Pengajaran. Bandung: CV. Sinar Baru.
  • Susilana, R., & Riyana, C. (2009). Media Pembelajaran: Hakikat, Pengembangan, Pemanfaatan, Penilaian. Bandung: CV Wacana Prima.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Soal Pilihan Ganda Variabel, Konstanta, Operator dan Ekspresi Pemrograman C++

1.double angka; . kode program disamping merupakan tipe data… [C3] a.Bilangan bulat b.Bilangan riil c.Logika d.Karakter e.Struktur      2.Dibawah merupakan tipe data bilangan bulat adalah… [C1] a.char b.double c.float d.int e.boolean      3.Tipe data bahasa C++ untuk true false adalah… [C1] a.String b.Char c.Boolean d.Byte

Penilaian (Definisi, Prinsip dan Tujuan)

Definisi Penilaian Penilaian adalah proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk menentukan pencapaian hasil belajar peserta didik (Saputra, Salikun, & Nugroho, 2014, hlm.31).
Penilaian adalah proses pengumpulan berbagai informasi tentang siswa dan ruang kelas untuk tujuan membuat keputusan instruksional (Sapa’at, 2012. hlm.221).
Dengan dilakukannya penilaian di dalam kelas dapat menjawab pertanyaan tentang sebaik apa hasil atau prestasi belajar peserta didik. Hasil penilaian dapat berupa nilai kualitatif (berupa kata-kata) dan nilai kuantitatif (berupa angka).
Proses pengumpulan dan pengolahan informasi tersebut dilakukan untuk mengukur pencapaian hasil belajar peserta didik. Proses penilaian tersebut mencakup: penilaian otentik, penilaian diri, penilaian berbasis portofolio, ulangan, ulangan harian, ulangan tengah semester, ulangan akhir semester, ujian tingkat kompetensi, ujian mutu tingkat kompetensi, ujian nasional, dan ujian sekolah/ madrasah. (Permendikbud No.66 Tahun …

Bagaimana Cara Kerja Kapasitor

Sebuah kapasitor bentuknya kecil seperti sebuah baterai. Walaupun kapasitor bekerja dengan cara yang sangat berbeda, kapasitor dan baterai keduanya menyimpan energi listrik. Jika kamu pernah membaca bagaimana cara kerja baterai, maka kamu tahu bahwa sebuah baterai memiliki dua buah terminal. Di dalam sebuah baterai, reaksi kimia menghasilkan elektron-elektron pada ujung satu terminal and menyerap elektron-elektron pada terminal lainnya. Sebuah kapasitor jauh lebih sederhana di bandingkan sebuah baterai, kapasitor tidak dapat menghasilkan elektron-elektron baru -- kapasitor hanya menyimpan elektron-elektron.

Di dalam kapasitor, terminal-terminalnya tersambung ke dua plat logam yang dipisahkan oleh sebuah bahan bukan penghantar listrik, atau dielektrik. Kamu dapat dengan mudah membuat sebuah kapasitor dari dua buah aluminum foil dan satu buah kertas. Itu tidak akan menjadi sebuah kapasitor pada umumnya dalam hal kapasitas penyimpanan, tapi itu akan bekerja.

Secara teori, dielektrik ada…