Langsung ke konten utama

SEDIKIT SEJARAH TENTANG LISTRIK


Listrik pertama kali ditemukan di Yunani oleh seorang cendikiawan yang bernama Thales, yang mengemukakan tentang sebuah fenomena batu ambar yang apabila digosok-gosokkan dapat menarik bulu sebagai fenomena listrik.Setelah sekian lama pendapat Thales ini dikemukakan,kemudian bermunculanlah berbagai pendapat serta teori baru mengenai listrik dari beberapa tokoh yang sampai saat ini nama mereka masih dikenal. Seperti, William Gilbert, Joseph priestley, Charles De Coulomb, AmpereMichael Farraday, Oersted, dll.
BEN FRANKLIN

Banyak orang berpikir Benyamin Franklin menemukan listrik terkenal dengan layang-layang percobaan pada 1752, namun listrik tidak ditemukan sekaligus. Pada awalnya, listrik dikaitkan dengan cahaya. Orang ingin yang murah dan aman cara untuk cahaya rumah mereka, dan para ilmuwan berpikir bahwa listrik mungkin dapat digunakan sebagai solusinya.


MICHAEL FARADAY

Dia adalah ilmuwan Inggris yang diberi julukan sebagai “Bapak listrik”, karena usahanya listrik menjadi penunjang bagi teknologi yang banyak manfaatnya.Ia mempelajari berbagai macam ilmu pengetahuan termasuk elektromagnetisme dan elektro kimia.Dia juga menemukan alat yang nantinya menjadi pembakar Bunsen, yang digunakan hampir di seluruh laboratorium sains sebagai sumber panas yang praktis.

Dia lahir pada tanggal 22 September 1791 di Newington Butts, Inggris. Orang tua tergolong miskin.Ayahnya hanya seorang tukang besi, Namun waktunya dimanfaatkan untuk membaca berbagai jenis buku. Terutama, ilmu pengetahuan alam, Fisika, dan kimia serta mengikuti ceramah-ceramah yang diberikan oleh ilmuan inggris terkenal. Penemuannya tentang listrik adalah pada tahun !821 yang pada dua tahun sebelumnya Oersted menemukan bahwa jarum magnet pada kompas dapat beringsut jika arus listri dialirkan pada kawat yang tidak berjauhan.
Dari temuan tersebut Faraday berkesimpulan bahwa jika magnet diketatkan, maka yang bergerak justru  kawatnya.Bekerja atas dugaan ini, dia berhasil membuat suatu skema yang jelas dimana kawat akan terus menerus berputar berdekatan dengan magnet sepanjang arus listrik dialirkan ke kawat.

Dalam banyak percobaan yang dilakukan pada tahun 1831, ia menemukan bahwa bila magnet dilalui sepotong kawat, arus akan mengalir dikawat, sedangkan magnet bergerak. Keadan ini disebut “pengaruh elektromagnetik” dan penemuan ini disebut “HUKUM  FARADAY”.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Soal Pilihan Ganda Variabel, Konstanta, Operator dan Ekspresi Pemrograman C++

1.double angka; . kode program disamping merupakan tipe data… [C3] a.Bilangan bulat b.Bilangan riil c.Logika d.Karakter e.Struktur      2.Dibawah merupakan tipe data bilangan bulat adalah… [C1] a.char b.double c.float d.int e.boolean      3.Tipe data bahasa C++ untuk true false adalah… [C1] a.String b.Char c.Boolean d.Byte

Penilaian (Definisi, Prinsip dan Tujuan)

Definisi Penilaian Penilaian adalah proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk menentukan pencapaian hasil belajar peserta didik (Saputra, Salikun, & Nugroho, 2014, hlm.31).
Penilaian adalah proses pengumpulan berbagai informasi tentang siswa dan ruang kelas untuk tujuan membuat keputusan instruksional (Sapa’at, 2012. hlm.221).
Dengan dilakukannya penilaian di dalam kelas dapat menjawab pertanyaan tentang sebaik apa hasil atau prestasi belajar peserta didik. Hasil penilaian dapat berupa nilai kualitatif (berupa kata-kata) dan nilai kuantitatif (berupa angka).
Proses pengumpulan dan pengolahan informasi tersebut dilakukan untuk mengukur pencapaian hasil belajar peserta didik. Proses penilaian tersebut mencakup: penilaian otentik, penilaian diri, penilaian berbasis portofolio, ulangan, ulangan harian, ulangan tengah semester, ulangan akhir semester, ujian tingkat kompetensi, ujian mutu tingkat kompetensi, ujian nasional, dan ujian sekolah/ madrasah. (Permendikbud No.66 Tahun …

Bagaimana Cara Kerja Kapasitor

Sebuah kapasitor bentuknya kecil seperti sebuah baterai. Walaupun kapasitor bekerja dengan cara yang sangat berbeda, kapasitor dan baterai keduanya menyimpan energi listrik. Jika kamu pernah membaca bagaimana cara kerja baterai, maka kamu tahu bahwa sebuah baterai memiliki dua buah terminal. Di dalam sebuah baterai, reaksi kimia menghasilkan elektron-elektron pada ujung satu terminal and menyerap elektron-elektron pada terminal lainnya. Sebuah kapasitor jauh lebih sederhana di bandingkan sebuah baterai, kapasitor tidak dapat menghasilkan elektron-elektron baru -- kapasitor hanya menyimpan elektron-elektron.

Di dalam kapasitor, terminal-terminalnya tersambung ke dua plat logam yang dipisahkan oleh sebuah bahan bukan penghantar listrik, atau dielektrik. Kamu dapat dengan mudah membuat sebuah kapasitor dari dua buah aluminum foil dan satu buah kertas. Itu tidak akan menjadi sebuah kapasitor pada umumnya dalam hal kapasitas penyimpanan, tapi itu akan bekerja.

Secara teori, dielektrik ada…